Prosedur Pemberian Oksigen pada Pasien

Kamis, 03 Februari 2011

|

Merupakan tindakan pemberian oksigen saat terganggunya oksigenasi jaringan. Tujuannya untuk mendapatkan oksigenasi yang adekuat sekalian meminimalkan kerja kardiopulmonal.
Oksigen merupakan obat bila sesuai dosis,juga mempunnyai efek samping. Namun bila diberikan dengan benar akan dapat membantu life saving.
Kapan diberikan?
  • Hipoksia jaringan sangat sulit untuk diketahui, dengan manifestasi klinik yang tidak spesifik termasuk perubahan status mental, dispnea, sianosis, takipnea, aritmia dan koma.
  • Untuk menatalaksana hipoksia jaringan harus dulu memperbaiki hipoksemia arteri ( pada kelainan kardiopulmonal ; emboli paru, pneumonia, asma), atau kelainan dalam transport (anemia, low cardiac output) dan berbagai penyakit penyerta lain
  •  Ingat!!! SaO2/PaO2 dapat saja normal jika hipoksia jaringan disebabkan oleh keadaan low cardiac output.
Prosedur
-          Terangkan apa yang terjadi kepada pasien dan minta izin melakukan tindakan
-          Tentukan oxygen delivery device yang tepat
-          Tentukan dosis initial
o   Gagal nafas atau gagal jantung : 100 %
o   Hipoksemia dengan PaCO2 < 5.3 kPa : 40-60%
o   Hipoksemia dengan PaCO2 > 5.3 kPa : 24 % untuk dosis awal
-          Tentukan level SaO2 atau PaO2 yang diinginkan lalu sesuaikan pemberian oksigen
-          Selalu pantau SaO2 dan atau ulangi pemeriksaan PaO2 dalam 30 menit
-          Jika hipoksemia berlanjut, pasien mungkin akan membutuhkan alat bantu pernafasan baik invasive maupun non invasive
-          Hentikan pemberian oksigen jika hipoksia jaringan atau hipoksemia telah teratasi.

Oxygen administration equipment
Metode pemberian akan tergantung pada tipe dan keparahan kegagalan pernafasan, breathing pattern, frekwensi nafas, resiko terjadi retensi CO2 , serta kebutuhan akan kepatuhan pasien.

Nasal cannule
Pemberian oksigen langsung melalui nasal prongs
-          Dapat digunakan untuk jangka panjang
-          Mencegah rebreathing
-          Dapat digunakan selama makan dan berbicara
Iritasi lokal, dermatitis dan perdarahan hidung dapat terjadi dan volume pemberian diatas 4l/min tidak boleh diberikan secara rutin.
Low flow oxygen masks
Konsentrasi oksigen yang terhirup tergantung dari kemampuan pernafasan pasien. Dapat terjadi rebreathing udara yang diekspirasikan( karena tidak keluar secara sempurna dari sungkupnya)

Fixed performance masks
Dapat memberikan konsentrasi oksigen yang konstan, tidak tergantung pada kemampuan pernafasan pasien.

Partial and non-rebreathe masks
Mempunyai semacam kantong reservoir yang diisi penuh dengan oksigen murni dan yang mengandalkan system katup sehingga tidak terjadi percampuran antara oksigen dengan udara yang diekspirasikan.

High-flow oxygen
Sungkup (Mask) atau nasal prong yang mengalirkan oksigen 50-120 L/min menggunakan high flow regulator untuk memasukkan udara dan oksigen dalam konsentrasi yang ditentukan. 


0 komentar:

Poskan Komentar

following

Diberdayakan oleh Blogger.