Cara pemeriksaan Refleks-Refleks Regresi

Rabu, 24 November 2010

|
Bisa timbul pada berbagai penyakit yang menimbulkan gangguan di otak, seperti : demensia, pasca hipoksia serebri, pasca meningoensepalitis dll.
Pemeriksaan refleks regresi ini dapat dilakukan pada posisi penderita duduk atau berbaring
Yang termasuk refleks regresi adalah :
  • Grasp refleks : jari telunjuk dan tengah pemeriksa diletakkan pada telapak tangan penderita. Grasp refleks positif bila jari pemeriksa dipegang oleh penderita
  • Suck Refleks : positif bila penderita memonyongkan bibirnya saat bibirnya disentuh oleh sesuatu (kapas, pensil atau benda lain)
  • Snout refleks : otot-otot orbikularis oris akan berkontraksi bila bibir atas atau bawah diketuk
  • Glabela refleks : positif bila setiap kali glabela nya diketuk maka matanya akan terpejam. pada orang sehat pemejaman mata pada pengetukan glabela hanya terjadi 2 atau 3 kali saja (pengetukan glabela dilakukan dari arah kepala penderita bukan dari depan. sehingga tidak menimbulkan positif palsu (refleks ancam)
  • Palmomental refleks : Positif bila goresan pada kulit thenar membangkitkan kontraksi otot mentalis (dagu) ipsilateral
  • Corneomandibular refleks : positif bila penggoresan kornea menimbulkan pemejaman mata ipsi lateral dan disertai gerakan mandibula kesisi kontralateral
  • Refleks kaki tonik : positif bila penggoresan pada telapak kaki dapat membangkitkan kontraksi tonik kaki berikut jari-jarinya.

1 komentar:

Poskan Komentar

following

Diberdayakan oleh Blogger.