STANDAR KOMPETENSI DOKTER

Selasa, 30 Maret 2010

| 0 komentar

Kompetensi dokter layanan kedokteran primer termuat dalam dokumen Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) tahun 2006 berjudul “STANDAR KOMPETENSI DOKTER” yang menjabarkan dalam 7 area kompetensi :

1. AREA KOMUNIKASI EFEKTIF; mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal dengan pasien semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan profesi lain.

2. AREA KETERAMPILAN KLINIS; melakukan prosedur klinis dalam menghadapi masalah kedokteran sesuai dengan kebutuhan pasien dan kewenangannya.

3. AREA LANDASAN ILMIAH ILMU KEDOKTERAN; mengidentifikasi, menjelaskan, dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran-kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.

4. AREA PENGELOLAAN MASALAH KESEHATAN : mengelola masalah kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan primer.

5. AREA PENGELOLAAN INFORMASI : mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.

6. AREA MAWAS DIRI DAN PENGEMBANGAN DIRI : melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasannya; mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya; belajar sepanjang hayat; merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara sinambung.

7. AREA ETIKA, MORAL, MEDIKOLEGAL DAN PROFESIONALISME SERTA KESELAMATAN PASIEN : berprilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan; bermoral dan beretika serta memahami isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran; menerapkan program keselamatan pasien.


source : blogdokter.net

YUDISIUM ANGKATAN 06 FK UNAND

Jumat, 26 Maret 2010

| 0 komentar
Alhamdulillah tanggal 18 maret 2010 kemarin telah diadakan yudisium sarjana kedokteran kurang lebih 180an orang ada dari PBL dan Konvensional


































































































coba tebak ni sapa ??

pak dekan dan rektor ..
wkwkwkwkw..









Dan ini kelompok gw yg membanggakan....
















Sekedar informasi, 3 besar lulusan SKed angkatan 06 FKUA dari kelompok ini.

yang manakah orang nya??
yang pasti bukan yang ditengah..

Kesalahan2 lucu Selama OSCE FKUA 06

Selasa, 23 Maret 2010

| 0 komentar
Pengalaman ini gw tulis buat melampiaskan emosi dan kalo bisa bermanfaat buat teman teman yang belum osce taupun junior yang mau osce khusunya angkatn 07, 08 dan 09 FKUA.
Banyak hal hal bodoh yang terjadi selama ikut ujian osce ini mungkin karena gak belajar tau terlalu grogi tau mang mau mempermalukan diri sendiri. gw akan tulis kesalahan kesalahan yag g perlu kalian lakukan per masing masing stase ujian :

1. STASE PEMERIKSAAN ABDOMEN
Dari sekian banyak kesalahan yang gw lakukan, sepertinya ini lah kesalahn yang paling goblok yang pernah gw lakukan. setiap stase harus dimulai dengan memperkenalkan diri dan no urut ujian. selesai perkaenalkan diri, masuklah ketahap ujian yang sebenarnya. gw baca soal yang kira kiara ada 3 paragraf yang sangat sulit dimengerti apalagi terdesak waktu yang hanya 4,5 menit, gw hanya baca ekilas yang waktu itu gw tangkap gw harus memeriksa abdomen psien yang diketahui sakit di daerah kuadran kanan bawah. waktu itu saya mulai pembukaan dengan basa basi layaknya seorang dokter trus gw mnta izin buat memlakukan pemeriksaan, pasiennya mau aj ( y jelas mau lah dia mang udah di persiapakan untuk itu).
Saya mulai dengan inspeksi ( yang sebenarnya g diminta) trus gw lnjut pemeriksaan palpasi umum trus cari nyeri tekan dan lepas. selesai... Tapi gw ngerasa koq masih da yg kurang y??(mikir ni..) trus ibukya jg melototin aj, gw dengan inisiatip sendiri ngomong : baiklah buk saya akan melanjutkan dengapemeriksaan hepar....( wkwkkwkwkwkwk... ngapain coba jelas orang kesakaitan) tapi alhamdulilah gw sdiselamatkan ama bel jadi kebodohan gw yagn lain g berlanjut. (bisa jadi gw palpasi lien, ginjal etc)

2. STASE EKG
Disini si g ada kebodohan cuma lupa (sama aj kyknya). soal ada 3 hitung frekwensi jantun, PR interval dan axis jantung..
gw kyknya salah hitung PR interval harusnya dihitung dari puncak gelombang P

3. STASE ANTROPOMETRI
Antropometri kayaknya g gw yang salah tapi manikinnya terlalu kecil, jadi saat gw masukin hasil ke CDC dan menginterpretasikan nya terpaksa lah gw bilang : perawakan bayi ubuk PENDEK.
Sebaiknya sebelum menyebutkannya kiat minta maaf dulu sama ibu ny.

4. STASE PEMERIKSAAN PARU
Lagi lagi,, kesalahan gw di stase abdomen terulang lagi, salah interpretasi soal. yang di minta disoal lakukan perkusi tuk menentukan batas paru.
yang saya lakukan malah intepretasi bunyi seluruh lapang paru (sonor, redup, pekak) buat apaan coba???
Jadi besok baca soal baik baik ya nak!!!

5. STASE GCS
Stase ini anugrah buat gw, soalnya gw berani bilang gw pasti lulus. gw g sombong, tapi mang bapaknya yang ngasi tau. Tapi ada juga pelajaran yang bisa diambil dari sini. waktu itu awalnya gw ragu nilai verbal yang hanya mngatakan " aduhh.. sakit!!!" gw nilai verbalnya 3 tapi kata assesor gw itu nilainya 4 karena dia masih bereaksi sesuai keadaan, mungkin yang 3 seperti ini " aduhh.. ganteng!!!" (hehehehe)

6. STASE KATETERISASI
G banyak yang harus diceritakan, akrena ibuknya lumayan baik. gw dikasih kesempatan untuk mengulang, karena lupa 3 point penilaian : salam , perkenalkan alat alat yang digunakan. mudah2an ibuknya baik juga dalam ngasih nilai. amin!!!!

7. STASE TEKANAN DARAH
Sepertinya hal ini sudah akrab sama anak anak FK jadi g perlu dibahas lagi, karena alhmdulillah waktu osce assessornya baik dan suasana diruangan jadi rilax, sampai sampai gw sempat becanda sama pasiennya : "bapak g usah stress ,cukup saya aj..";-)
Yang perlu diperhatikan sebelum memulai kayaknya tensiny benar pa g?? kemarin ada yang dapet tensi yang bocor. kasihan juga.

8. STASE STATUS DERMATOLOGIS
Di stase ini kita mang diwajibkan buat ngafal urutan status dermatologis dan efloresensi masing masing penyakit. Jangan sampai da yang kebalik antara distribusi bentuk dan susunan. karena gw kemarin sempat bingung polosiklik itu susuna tau bentuk?? bego kan? yang jelas bukan distribusi.

9. STASE PEMERIKSAAN TUMOR PAYUDARA
pada stase ini g da assessornya jadi perlakukanlah lah payudaranya sesuka anda. Maksudnya periksalah smua regio payudara tersebut sampai ditemukan smua massa baik yang dicrigai jinak maupun ganas. trus gambarkan lokasi bentuk ukuran mobilitas maupun jumlah nya. Tapi ingat janga terlalu kelamaan,pengalaman kemarin banyak yang g sempat menuliskan apa yang sebenarnya dah ketemu.

10. STASE ANAMNESA
kalo distase ini modal utama yang diperlukan kyknya kesabaran and DONT PANIC!!!, soalnya pasien simulasinya ibu ibu kalo g salah dokter si. pasien nya super cool dam kalem banget. ditanya satu dijawab cuma setengah, contohnya :
gw : ibuk pernah liat berak anak ibu tu?
ibu: liat
gw : seperti apa buk? berlendir tau berdarah?
ibu: g biasa ja
gw : seperti cucian beras mungkin buk?
ibu: g biasa ja
gw : sebelunya dia habis makan sesuatu g buk? (maksuny intoleransi ni)
gw : g dia cuma minum susu
gw kemarin g dapat bnayak informasi dari anamnesa untung ada hasil pemeriksaan fisik. So,, Dont Panic!!!

11. STASE PEMERIKSAAN FISIK KEHAMILAN
'perlakukan pasien simulasi atau manikin seperti pasien sebenarnya' kata kata ini berulang kali disampaikan sama panitia OSCE. kesalahan gw distase ini berhubungan dengan masalah memperlakukan pasien. waktu itu manikinnya ditutupin ma kain sarung, gw g nyadar klo itu pura puranya baju pasien. jadi gw dengan gagah dan berani angkat sarung nya satu tangan lalu lempar ke pojok kanan trus dibawa lari keprambanan. seharusnya kata orang orang turunin aj baik baik jadi yang kebuka hanya perutnya. gitooo!!!

12. STASE RESEP
kemarin disediakan beberapa pilihan obat, ntar kita pilih obat ap yang cocok untuk penyakit yang da dalam skenario yang telah disediakan.

13. STASE PEMERIKSAAN BTA
kyknya gw g pantaslah ngasih saran tau anjuran karena kemarin gw gagal total. jangan kan ketemu BTAny, gambarnya aj sembunyi.

14. STASE PEMBIDAIAN
jangan lupa prinsip pembidaian antara 2 sumbu dengan tujuan imobilisasi( baca lagi da) trus sebelumnya periksa dulu perfusi perifer, motorik dan sensorik di distal bagian cedera. kalo dia fraktur tertutup nyeri sumbu dan myeri tekan.
tapi bodohnya gw, teorinya sekarang lancar gw nulisinnya tapi pas ujian bidai fraktur di cruris media masa lututnya g terfiksir sempurna. tapi untung bapaknya baik jadi tetap lulus.

following

Diberdayakan oleh Blogger.